Meriahkan World Tourism Day dengan Lomba Mewarnai

Padang Panjang, Dinas Pariwisata - Bertemakan "Pesta Anak Indonesia", kegiatan World Tourism Day Kota Padang Panjang dimeriahkan dengan perlombaan mewarnai tingkat TK/Paud se-Sumatera Barat di Halaman PDIKM Kota Padang Panjang, Sabtu (12/10).

Perlombaan mewarnai ini dilakukan agar memberikan dampak positif bagi perkembangan anak terutama anak usia dini. Sebanyak kurang lebih 200 anak TK dari berbagai sekolah hadir dan bersemangat mengikuti perlombaan tersebut.

Sebelumya, kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Medi Rosdian, S.Sos, M.Si dan ditutup oleh Wakil Walikota Padang Panjang Drs. Asrul.

Wakil walikota sangat mengapresiasi sekali atas keberanian pemuda untuk berkreasi dan kreatif menyelenggarakan kegiatan ini.

"Dimulai dari pendidikan usia dini mereka akan mampu melahirkan pemuda yang lebih tangguh, kreatif dan berani nantinya dalam memajukan setiap perkembangan yang terjadi salah satunya pariwisata," ujar wakil walikota.

Sama kita ketahui bahwasanya mewarnai dapat melatih motorik, kreatifitas dan imajinasi anak. Mewarnai bahkan mampu melatih kesabaran, mengajarkan anak pada nilai estetika dan mengenalkan anak pada garis batas dan tepi. Ditambah lagi dilakukan di alam terbuka, mereka juga akan lebih banyak mendapatkan pembelajaran secara tidak langsung.

Begitu juga dengan Plt. Kadis Pariwisata, beliau mengatakan kegiatan ini juga bertujuan sebagai penarik wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi yang dimiliki Padang Panjang ke masyarakat luar.

"Selain tempat yang menarik, anak-anak juga akan mendapat teman, karena kegiatan ini juga diikuti oleh sekolah dari luar Padang Panjang," jelasnya.

Kegiatan ini mendatangkan juri dari ISI Padang Panjang dan Wartawan Tabloid The Publik.

Penutupan kegiatan ditandai dengan wakil walikota dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata memberikan cap tangan menggunakan tinta disebuah spanduk yang terpajang dan itu diikuti juga oleh sanak-anak TK.

Wisata Padang Panjang Terus Berbenah

Pemerintah Kota Padang Panjang, terus mengembangkan potensi desa wisata yang dapat diterapkan di lima kelurahan daerah itu karena memiliki area hutan dan aliran sungai.

"Saat ini yang sudah ramai dikenal masyarakat adalah Desa Wisata Kubu Gadang, kami mencoba kembangkan lagi di kelurahan lain karena ada potensi," kata Walikota Padang Panjang Fadly Amran Datuak Paduko Malano melalui Kepala Dinas Pariwisata Hendri Fauzan, di Padang Panjang, beberapa waktu lampau.

Fauzan menyebutkan kelima kelurahan yang berpotensi memiliki desa wisata yaitu Koto Katiak, Silaing Atas, Silaing Bawah, Pasar Usang dan Sigando.

Kelurahan Koto Katiak memiliki potensi pengembangan wisata agro karena memiliki area hutan. Pemanfaatan hutan untuk agrowisata dan tidak merusak ekosistem juga sudah mendapat izin dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Kelurahan Silaing Atas dan Pasar usang dilalui oleh aliran sungai sehingga memiliki potensi untuk wisata air. Warga di kelurahan tersebut, katanya, sudah menunjukkan kepeduliaan terhadap lingkungan dengan menggelar gotong royong secara berkala membersihkan aliran sungai.

Selanjutnya Kelurahan Silaing Bawah memiliki potensi wisata pemandangan alam dan kuliner tradisional seperti yang dikenalkan di Desa Wisata Kubu Gadang.

Sementara Sigando dalam beberapa waktu terakhir sudah dikenal masyarakat sebagai tujuan wisata religi karena keberadaan masjid tua di Padang Panjang yaitu Masjid Asasi. Lokasi tersebut dinilai perlu dikembangkan lagi sebagai tujuan wisata budaya.

"Kami sudah lakukan pertemuan-pertemuan dengan warga di kelurahan tersebut. Upaya saat ini memastikan apakah warga di setiap kelurahan berkomitmen mengembangkan potensi daerahnya untuk pariwisata," katanya.

Pengembangan desa wisata hingga dikenal masyarakat dan rutin dikunjungi, ujarnya dapat memakan waktu lama sehingga diperlukan warga yang tetap semangat mau berinovasi, tidak hanya menunggu arahan pemerintah daerah.

"Saat ini sudah mulai ada kelompok sadar wisata (pokdarwis). Untuk menggerakkan desa wisata mesti dari warganya mau konsisten dan kreatif mengelola agar bisa berkembang seperti Kubu Gadang. Kami masih melakukan upaya untuk langkah ini," katanya.

sumber : facebook kominfo padang panjang

post : 3 oktober 2019

Perayaan World Tourism Day Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Padang Panjang, DisPar- Guna tingkatkan objek daya tarik Pariwisata ke Padang Panjang, Dinas Pariwisata menggelar Perayaan World Tourism Day 2019 di Laga-Laga PDIKM, Jum'at (27/9).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Hendri Fauzan, AP, M.Si.

"Perayaan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat serta wisatawan untuk mengenal pariwisata, budaya dan lain sebagainya," ujar Kadis Pariwisata.

Dikatakan hanya sebagai daerah perlintasan yang dilalui, Padang Panjang jauh lebih memiliki potensi wisata yang menakjubkan, tidak hanya edukasi wisata, budaya namun juga kulinernya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Medi Rosdian, S.Sos, M.Si menyebutkan kehadiran dari pelaku wisata diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Padang Panjang.

"Jika ada kekurangan dari perkembangan pariwisata yang telah ada, mari kita bersama kita berikan masukan agar pariwisata kita yang ada di Padang Panjang ini lebih dituju oleh wisatawan," ujarnya.

Turut mengundang Kepala Yayasan Perguruan Diniyyah Puteri, Minang Kayo, serta wartawan Kota Padang Panjang.

Persiapan TDS Padang Panjang 90 Persen

Tour de SingkarakPemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat sudah mempersiapkan segala sesuatunya hingga mencapai 90 persen dalam rangka menyukseskan event internasional balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2015.

"Persiapan TdS di Padang Panjang sudah mencapai 90 persen," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Padang Panjang Medi Rosdian di Padang Panjang, Jumat.

Persiapan Padang Panjang yang sudah mencapi 90 persen tersebut kata dia, mulai dari acara penyambutan para pebalap dan official hingga pelepasan di lokasi start.

"Untuk acara penyambutan pebalap dan official kami sudah menyiapkan lokasi di Kompleks Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) dengan penampilan kesenian Minang serta kuliner khas Padang Pajang," katanya.

Selengkapnya

Padang Panjang Tampilkan Atraksi Silat Pada TDS

silatPemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat akan menampilkan atraksi silat pada event internasional balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2015.

"Penampilan atraksi silat itu akan bisa memperkenalkan seni bela diri dari Minangkabau ke dunia inetrnasional," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Padang Panjang Medi Rosdian di Padang Panjang, Kamis.

Dia mengatakan, atraksi silat yang akan ambil bagian pada event internsional itu menunjukan begitu besar kekayaan Minangkabau di dunia seni bela diri.

"Silat merupakan sebuah gerakan seni bela diri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Minangkabau, sehingga dengan adanya penampilan seni bela diri silat di ajang balap sepeda TdS itu merupakan sebuah nilai tambah bagi Indonesia termasuk Sumbar," katanya.

Selengkapnya