Info Kota

Geografis

Luas wilayah Kota Padangpanjang adalah 2.300 Ha  atau sekitar 0.05% dari luas Propinsi Sumatera Barat. Secara geografis Padangpanjang terletak antara 1000 20 ‘ dan  1000 27‘ Bujur Timur serta 00 27‘ dan 00 30‘ Lintang Selatan. Secara detail batas-batas Kotapadang Panjang adalah: sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan X Koto; sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Batipuh; sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan X Koto; sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan X Koto

Kota Padang Panjang memiliki luas ±23,00 km2 setara dengan ±2.300 Ha (Data BPS) dan ± 2.973,54  Ha (Data Peta RTRW), yang mencakup 2 kecamatan yaitu Kecamatan Padangpanjang Barat dan Kecamatan Padangpanjang Timur di mana masing-masing terdiri dari 8 (delapan) kelurahan.

Kota Padangpanjang berada di daerah ketinggian yang terletak antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut, berada pada kawasan pegunungan yang berhawa sejuk dengan suhu udara maksimum 26.1 °C dan minimum 21.8 °C, dengan curah hujan yang cukup tinggi dengan rata-rata 3.295 mm/tahun. Di bagian utara dan agak ke barat berjejer tiga gunung: Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat.

Diapit gunung-gunung tinggi, membuat Kota Padangpanjang berudara sejuk. Suhu udara rata-rata adalah 22,700 C dengan kelembaban udara 87,80. Adapun untuk penyinaran matahari rata-rata adalah 45,70% dengan kecepatan angin rata-rata 4,30 knot dan tingkat penguapan rata-rata 3,10 mm.

Secara topografi Kota Padangpanjang berada pada dataran tinggi yang bergelombang, di mana sekitar 20,17 % dari keseluruhan wilayahnya merupakan kawasan relatif landai (kemiringan di bawah 15 %), sedangkan selebihnya merupakan kawasan miring, curam dan perbukitan, serta sering terjadi longsor akibat struktur tanah yang labil dan curah hujan yang cukup tinggi. Namun pada kawasan yang landai di kota ini merupakan tanah jenis andosol yang subur dan sangat baik untuk pertanian.

Kota Padang Panjang terletak pada ketinggian berkisar antara 550-900 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan peta kemiringan lahannya, maka dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Kemiringan lahan 0-2%terdapat di bagian barat dan tengah Kota Padang Panjang dengan luas sekitar 66,49 Ha atau 2,30% dari seluruh luas wilayah Kota Padang Panjang.
2. Kemiringan lahan 2-15%membentang dari barat ke timur di bagian tengah Kota Padang Panjang dengan luas sekitar 479,70 Ha atau 16,13% dari seluruh luas wilayah Kota Padang Panjang.
3. Kemiringan Lahan 15-40% membentang dari barat ke timur dengan luas sekitar 1.072,31 Ha atau 36,06% dari seluruh wilayah Kota Padang Panjang.
4. Kemiringan Lahan >40% membentang dari utara ke selatan dengan Luas lahan sekitar 1.353, 04 Ha atau 45,50% dari seluruh wilayah Kota Padang Panjang.

Hasil Kajian Penilaian Resiko Bencana Gempa Bumi dan Bahaya Gunung Berapi di Kota Padang Panjang tahun 2006 (Pusat Survei Geologi dan Bappeda Kota Padang Panjang), maka secara umum formasi Geologi Kota Padang Panjang terdiri dari batuan malihan (± 1.362,77 Ha), batuan tufaan aliran piroklastik (± 911,87 Ha), batuan tufaan (± 455,99 Ha), dan lahar II (± 69,48 Ha). Kemudian dari struktur geologinya terdapat satu sesar aktif yang melewati Kota Padang Panjang yaitu sesar Bukit Jarat dan satu lagi berdekatan dengan Kota Padang Panjang (pada bagian timur) yaitu Sesar Sumatera.

Berdasarkan peta tanah Kota Padang Panjang (BPN Kota Padang Panjang, 2006), maka wilayah Kota Padang Panjang tersusun oleh 2 (dua) jenis tanah yaitu jenis tanah andosol dan jenis tanah podsolik. Karakteristik jenis tanah dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Andosol : merupakan jenis tanah dengan sifat fisik yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman, dikenal merupakan tanah nomor satu untuk produksi pertanian. Tanah ini merupakan hasil pelapukan bahan vulkanik termasuk vulkanik, di wilayah Kota Padang Panjang. Jenis tanah ini hasil pelapukan tufa volkanik termasuk volkanik muda. Kedalaman efektif tanah sangat dalam (>90 cm), tekstur pasir berlempeng, lempung dan lempung berpasir, struktur lemah, konsistensi rendah sampai sedang. Jenis tanah andosol memiliki drainase yang baik (tidak pernah tergenang), kepekaan terhadap erosi atau erodilbilitas tanah sedang sampai tinggi. Jenis tanah ini mempunyai morfologi pendataran dan bergelombang dengan lereng <40%. Luas jenis tanah andosol ini di Kota Padang Panjang adalah 2.098,51 Ha
2. Podsolik : merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batuan karbonat, membentuk morfologi perbukitan dengan lereng >40%, sebagian kecil mempunyai lereng 15-40%. Kedalaman efektif tanah 30 sampai 60 cm sampai lebih dari 90 cm, di lereng utara terdapat tanah dengan kedalaman efektif <30cm. Tekstur liat, liat berlempung dan liat lempung berpasir, struktur pejal, konsistensi tinggi. Jenis tanah podsolik mempunyai drainase baik (tidak pernah tergenang) dan mempunyai kepekaaan erosi tinggi. Luas jenis tanah podsolik ini di Kota Padang Panjang adalah 875,03 Ha

Secara regional (konteks provinsi), Kota padang panjang termasuk dalam 2 wilayah sungai (WS) yaitu WS Akuaman pada bagian barat dan WS Indragiri pada bagian timur. Adapun secara lokal, terbagi atas 4 daerah aliran sungai (DAS) meliputi :

1. DAS Batang Anai berlokasi dibagian barat membentang dari utara-selatan dengan arah aliran dominan dari utara ke selatan dengan luas  376,23 Ha.
2. DAS Sungai Andok berlokasi dibagian tengah (barat) membentang dari utara-selatan dengan arah aliran dari utara ke selatan dengan luas  935,83 Ha.
3. DAS Batang Rupit berlokasi dibagian tengah membentang dari utara-selatan dengan arah aliran dari utara ke selatan dengan luas ± 942,98 Ha.
4. DAS Batang Sikakeh berlokasi di bagian timur membentang dari utara-selatan dengan arah aliran dari utara ke selatan dengan luas ± 545,07 Ha.

 

 << LAMBANG KOTA  VISI DAN MISI >>